Ilalang dan Alang-Alang: Apakah Sama atau Beda?
Pengenalan: Rumput yang Sering Ditemui Namun Masih Misterius
Pernahkah Anda melihat rumput tinggi berwarna kecokelatan dengan bunga putih lembut menyerupai bulu yang tumbuh di pinggir jalan, lahan kosong, atau bahkan di kebun Anda? Bagi sebagian orang, rumput ini dikenal sebagai alang-alang, sementara yang lain menyebutnya ilalang. Pertanyaan yang sering muncul di kalangan masyarakat, terutama mereka yang tertarik dengan pengobatan tradisional dan kesehatan alami: apakah kedua nama ini merujuk pada tanaman yang sama, ataukah berbeda?
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang ilalang dan alang-alang dari sudut pandang ilmiah, mengungkap fakta botanis, manfaat kesehatan, dan perbedaan (jika ada) antara keduanya berdasarkan penelitian ilmiah terkini.
Apa Itu Ilalang dan Alang-Alang dari Sisi Botani?
Klasifikasi Ilmiah
Berdasarkan penelitian botani, ilalang dan alang-alang sebenarnya merujuk pada tanaman yang sama secara ilmiah. Tanaman ini memiliki nama latin Imperata cylindrica (L.) P. Beauv., yang termasuk dalam keluarga Poaceae (rumput-rumputan). Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan Afrika Timur, namun kini telah menyebar ke berbagai wilayah tropis, subtropis, dan daerah beriklim hangat di seluruh dunia.1 2 3
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecules tahun 2021, Imperata cylindrica adalah tanaman obat yang telah digunakan secara tradisional di berbagai negara Asia. Dalam dunia internasional, tanaman ini dikenal dengan nama cogon grass atau blady grass dalam bahasa Inggris.2 1
Varietas Imperata cylindrica
Yang menarik, dalam literatur ilmiah terdapat varietas spesifik dari tanaman ini, yaitu Imperata cylindrica* Beauv. var. *major (Nees) C.E. Hubb.. Varietas ini sangat populer dalam pengobatan tradisional Tiongkok dengan sebutan BaiMaoGen (BMG) atau "akar rumput putih".4 5
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports tahun 2024 menjelaskan bahwa Imperata cylindrica var. major memiliki sifat perlindungan terhadap gangguan pencernaan dan telah digunakan sebagai bahan makanan dan obat tradisional. Namun, perbedaan antara varietas major dengan Imperata cylindrica standar lebih bersifat taksonomi minor dan tidak mengubah karakteristik dasarnya.4
Perbedaan Nama: Faktor Regional dan Budaya
Mengapa Ada Dua Nama Berbeda?
Perbedaan antara istilah "ilalang" dan "alang-alang" bukanlah perbedaan spesies, melainkan perbedaan penamaan regional yang umum terjadi di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Penelitian etnobotani yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan bahwa:
- Alang-alang lebih sering digunakan di Indonesia, terutama di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan6 7 8
- Ilalang adalah istilah yang lebih umum digunakan di Malaysia dan beberapa wilayah di Indonesia bagian timur
- Kedua nama ini merujuk pada tanaman yang sama: Imperata cylindrica7 6
Studi yang diterbitkan dalam jurnal internasional mengonfirmasi bahwa masyarakat Indonesia telah lama memanfaatkan alang-alang (Imperata cylindrica) sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit. Praktik ini telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, menunjukkan pentingnya tanaman ini dalam pengobatan lokal.6 7
Kandungan Kimia dan Senyawa Aktif
Apa yang Membuat Tanaman Ini Berkhasiat?
Penelitian ekstensif telah mengidentifikasi lebih dari 72 senyawa kimia aktif dalam Imperata cylindrica. Menurut studi yang dipublikasikan dalam Molecules (2021), senyawa-senyawa ini mencakup:1 2
Senyawa Flavonoid:
- 5-metoksiflavon
- 6-hidroksi-5-metoksiflavon
- 2-fenetil-6-hidroksikromon4
Senyawa Fenolik:
Senyawa Lainnya:
Dr. Wenchun Zhang dan tim peneliti dari Jiangxi University of Chinese Medicine dalam penelitiannya tahun 2024 menyatakan bahwa senyawa-senyawa bioaktif ini bertanggung jawab atas berbagai aktivitas farmakologis tanaman, termasuk efek anti-inflamasi, antioksidan, antibakteri, dan antikanker.4
Manfaat Kesehatan Berdasarkan Penelitian Ilmiah
1. Perlindungan Ginjal dan Efek Diuretik
Salah satu manfaat tradisional alang-alang yang paling terkenal adalah sebagai peluruh kencing (diuretik). Penelitian modern telah memvalidasi klaim tradisional ini.
Studi yang dilakukan oleh peneliti Indonesia dan dipublikasikan dalam berbagai jurnal menunjukkan bahwa ekstrak rimpang alang-alang memiliki aktivitas diuretik yang signifikan. Penelitian pada tikus laboratorium mendemonstrasikan bahwa ekstrak alang-alang dapat meningkatkan volume urin dan membantu mengurangi pembentukan batu ginjal.8 12
Lebih lanjut, penelitian tahun 2024 yang dipublikasikan oleh tim peneliti di Tiongkok menunjukkan bahwa ekstrak akar Imperata cylindrica memiliki efek nefroprotektif (melindungi ginjal) terhadap kerusakan ginjal yang diinduksi oleh obat-obatan seperti azithromycin. Studi ini menemukan bahwa ekstrak tanaman ini dapat:13
- Menurunkan kadar kreatinin serum dan nitrogen urea darah
- Mengurangi kerusakan jaringan ginjal
- Menurunkan penanda inflamasi (TNF-α dan IL-6)
- Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan13
2. Aktivitas Antioksidan dan Anti-inflamasi
Penelitian yang dilakukan pada daun Imperata cylindrica menunjukkan kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang tinggi, dengan aktivitas antioksidan yang kuat. Studi tahun 2022 menemukan bahwa:9
- Kandungan fenolik total pada ekstrak daun: 8,1% (setara asam galat)
- Kandungan flavonoid total: 2,1% (setara quercetin)
- Nilai IC50 aktivitas antioksidan: 80 ppm9
Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak daun alang-alang memiliki potensi antioksidan yang cukup baik, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak akar dalam beberapa parameter.9
Penelitian tahun 2024 yang dipublikasikan dalam jurnal Phytochemistry mengidentifikasi stigmast-4-en-3-one dan isovanillin sebagai senyawa yang bertanggung jawab atas efek analgesik dan anti-inflamasi Imperata cylindrica. Studi in silico menunjukkan bahwa senyawa-senyawa ini memiliki afinitas pengikatan yang baik dengan target pro-inflamasi dan profil farmakokinetik oral yang baik.14
3. Manfaat untuk Diabetes dan Metabolisme
Beberapa penelitian telah mengeksplorasi potensi alang-alang dalam manajemen diabetes. Studi yang dilakukan di India dan Indonesia menunjukkan hasil yang menjanjikan:
Penelitian tahun 2020 yang dipublikasikan dalam International Journal of Current Pharmaceutical Research menemukan bahwa ekstrak metanol akar Imperata cylindrica pada dosis 90 mg/kg berat badan memiliki aktivitas antihiperglikemik yang signifikan. Ekstrak ini mampu menghambat penyerapan glukosa di usus tikus, yang merupakan salah satu mekanisme penting dalam pengendalian gula darah.15
Studi lain pada tahun 2020 menggunakan model tikus diabetes yang diinduksi aloksan menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan air rimpang Imperata cylindrica memiliki efek antidiabetes yang dapat dibandingkan dengan obat standar glibenklamid.16
4. Perlindungan Saluran Pencernaan
Penelitian komprehensif tahun 2024 menggunakan teknologi UHPLC-MS/MS dan farmakologi jaringan mengungkapkan mekanisme molekuler bagaimana Imperata cylindrica var. major memberikan efek gastroprotektif (melindungi lambung). Peneliti mengidentifikasi 36 senyawa aktif utama yang bekerja melalui jalur pensinyalan PI3K/AKT, yang penting untuk:4
- Mengurangi toksisitas gastrointestinal
- Melindungi sel epitel usus
- Mengurangi inflamasi saluran cerna
- Meningkatkan fungsi barier mukosa lambung4
"Temuan kami menunjukkan bahwa aksi multi-target kompleks dari Imperata cylindrica berpotensi dimanfaatkan untuk mengembangkan pengobatan efektif untuk toksisitas gastrointestinal," tulis Dr. Zhang dan tim dalam publikasi mereka di Scientific Reports.4
5. Efek Kardiovaskular
Penelitian pada tikus diabetes menunjukkan bahwa ekstrak akar Imperata cylindrica memiliki efek menguntungkan pada parameter kardiovaskular. Studi ini menemukan bahwa pemberian ekstrak dapat:17
- Menurunkan kadar kolesterol total serum
- Mengurangi trigliserida
- Menurunkan LDL (kolesterol jahat)
- Memperbaiki profil lipid darah17
Efek ini sangat penting bagi kelompok usia lanjut yang berisiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular.
Keamanan Penggunaan untuk Orang Tua
Apakah Aman untuk Lansia?
Meskipun Imperata cylindrica telah digunakan secara tradisional selama berabad-abad, penting bagi kelompok usia lanjut untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional sebelum menggunakan tanaman ini sebagai pengobatan.
Beberapa pertimbangan penting untuk lansia:
Fungsi Ginjal: Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak alang-alang memiliki efek diuretik. Bagi lansia dengan fungsi ginjal yang sudah menurun, penggunaan diuretik harus dipantau dengan hati-hati untuk menghindari dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.12 18 19 8
Interaksi Obat: Studi menunjukkan pentingnya mempertimbangkan potensi interaksi antara herbal dan obat-obatan konvensional, terutama pada pasien yang mengonsumsi obat antihipertensi, diuretik, atau obat diabetes.18 20
Dosis dan Durasi: Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa dosis yang digunakan bervariasi dari 90-200 mg/kg berat badan. Namun, konversi dosis untuk manusia harus dilakukan oleh profesional kesehatan yang berkompeten.21 16 15
Dr. Meili Zhu, farmasis dari Jiangxi University of Chinese Medicine, menekankan pentingnya standarisasi ekstrak dan konfirmasi identifikasi tanaman sebelum penggunaan medis.4
Cara Penggunaan Tradisional yang Aman
Metode Pengolahan yang Umum Digunakan
Berdasarkan penelitian etnobotani di Indonesia, masyarakat tradisional mengolah alang-alang dengan beberapa cara:22 7
1. Rebusan (Dekoksi):
- Rimpang alang-alang segar atau kering dicuci bersih
- Direbus dalam air selama 15-30 menit
- Diminum air rebusannya 2-3 kali sehari8
2. Infus (Seduhan):
- Rimpang kering diseduh dengan air panas
- Dibiarkan 10-15 menit
- Diminum seperti teh herbal
3. Kombinasi dengan Herbal Lain:
- Penelitian menunjukkan alang-alang sering dikombinasikan dengan kumis kucing (Orthosiphon aristatus) untuk efek diuretik yang lebih optimal8
Bagian Tanaman yang Digunakan
Menurut penelitian, rimpang (akar rimpang) adalah bagian yang paling sering digunakan untuk pengobatan. Rimpang ini mengandung konsentrasi senyawa bioaktif tertinggi. Namun, penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa daun Imperata cylindrica memiliki kandungan antioksidan yang signifikan.11 10 7 1 9 4
Perbedaan dengan Tanaman Lain yang Mirip
Bagaimana Mengenali Alang-Alang yang Benar?
Penting untuk dapat mengidentifikasi Imperata cylindrica dengan benar, karena ada beberapa jenis rumput lain yang mungkin terlihat serupa. Ciri-ciri khas alang-alang meliputi:
- Bunga: Malai berbulu halus berwarna putih keperakan, menyerupai bulu halus
- Daun: Panjang, sempit, dengan tepi tajam yang dapat melukai kulit
- Rimpang: Berwarna putih kekuningan, bercabang-cabang, dengan rasa manis sedikit
- Tinggi: Dapat mencapai 0,3-1,5 meter23 1
Perspektif Modern: Dari Gulma Invasif ke Tanaman Obat Potensial
Tantangan dan Peluang
Imperata cylindrica memiliki dualitas yang menarik. Di satu sisi, tanaman ini dianggap sebagai gulma invasif yang agresif dan dapat membentuk populasi monokultur yang luas, mengganggu ekosistem alami dan lahan pertanian. Penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki sifat alelopati—kemampuan untuk menghambat pertumbuhan tanaman lain melalui pelepasan zat kimia.3 24
Namun di sisi lain, penelitian ilmiah modern telah mengungkap nilai obat yang luar biasa dari tanaman ini. Studi tahun 2024 yang dipublikasikan dalam jurnal internasional menyoroti berbagai manfaat Imperata cylindrica di Indonesia, termasuk sebagai:
- Sumber senyawa alelopatik untuk pengendalian gulma
- Sumber bahan farmakologi obat
- Bahan pemeliharaan kesehatan umum
- Sumber pakan ternak
- Sumber energi25
Penelitian Masa Depan dan Potensi Pengembangan
Apa yang Sedang Diteliti?
Komunitas ilmiah terus mengeksplorasi potensi Imperata cylindrica. Beberapa area penelitian aktif meliputi:
1. Pengembangan Sediaan Farmasi: Peneliti sedang mengembangkan ekstrak standar dan formulasi yang lebih efektif untuk aplikasi klinis.4
2. Uji Klinis pada Manusia: Meskipun banyak penelitian pada hewan menunjukkan hasil positif, diperlukan lebih banyak uji klinis terkontrol pada manusia untuk memvalidasi keamanan dan efikasi.13
3. Identifikasi Mekanisme Molekuler: Teknologi farmakologi jaringan dan dinamika molekuler sedang digunakan untuk memahami bagaimana senyawa dalam alang-alang bekerja pada tingkat seluler dan molekuler.4
4. Biofortifikasi dan Kultivasi: Penelitian tentang cara mengoptimalkan kandungan senyawa aktif melalui teknik budidaya dan pemanenan yang tepat sedang berlangsung.
Kesimpulan: Satu Tanaman, Banyak Nama, Banyak Manfaat
Berdasarkan tinjauan ilmiah komprehensif, dapat disimpulkan dengan pasti bahwa ilalang dan alang-alang adalah nama yang berbeda untuk tanaman yang sama, yaitu Imperata cylindrica (L.) P. Beauv. Perbedaan penamaan ini lebih mencerminkan variasi regional dan budaya di Asia Tenggara daripada perbedaan biologis atau taksonomi.
Penelitian ilmiah modern telah memvalidasi banyak penggunaan tradisional tanaman ini, khususnya untuk kesehatan ginjal, aktivitas antioksidan, manajemen diabetes, dan perlindungan saluran pencernaan. Namun, seperti halnya semua pengobatan herbal, penggunaan alang-alang harus dilakukan dengan bijaksana, terutama bagi kelompok usia lanjut yang mungkin memiliki kondisi kesehatan yang kompleks atau mengonsumsi obat-obatan lain.
Rekomendasi untuk Pembaca
Jika Anda tertarik menggunakan alang-alang untuk tujuan kesehatan:
- Konsultasikan dengan profesional kesehatan terlebih dahulu, terutama jika Anda memiliki kondisi medis atau sedang mengonsumsi obat
- Pastikan identifikasi tanaman benar untuk menghindari kesalahan dengan spesies lain
- Gunakan dosis yang tepat berdasarkan panduan yang tersedia atau rekomendasi ahli
- Perhatikan reaksi tubuh dan hentikan penggunaan jika terjadi efek yang tidak diinginkan
- Beli dari sumber terpercaya jika menggunakan produk ekstrak komersial
Pengetahuan tradisional yang dikombinasikan dengan penelitian ilmiah modern membuka jalan bagi pemanfaatan alang-alang yang lebih aman dan efektif. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang tanaman ini, kita dapat menghargai warisan pengobatan tradisional sambil memastikan keamanan dan khasiat melalui validasi ilmiah.
Catatan Penting: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Informasi yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai pengganti konsultasi medis profesional, diagnosis, atau pengobatan. Selalu konsultasikan dengan dokter atau praktisi kesehatan yang berkualifikasi mengenai kondisi kesehatan Anda dan sebelum memulai pengobatan herbal apa pun.
(https://www.mdpi.com/1420-3049/26/5/1454/pdf)↩
(https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7962198/)↩
(https://www.mdpi.com/2223-7747/11/19/2551/pdf?version=1664428811)↩
(https://www.nature.com/articles/s41598-024-79483-z)↩
(https://www.hanspub.org/journal/doi.aspx?DOI=10.12677/HJMCe.2023.113022)↩
(https://www.semanticscholar.org/paper/78aa903310e0edca77670ef68c12b0e81f666840)↩
(https://ejournal.indo-intellectual.id/index.php/hijm/article/view/965)↩
(https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/1864)↩
(https://innovareacademics.in/journals/index.php/ijcpr/article/view/46364)↩
(https://phcogj.com/sites/default/files/PharmacognJ-14-4-327.pdf)↩
(https://www.sciencevision.org/storage/journal-articles/January2019/Pgn3Mfo980m0NfwGB3xo.pdf)↩
(https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/391)↩
(https://www.clausiuspress.com/article/13116.html)↩
(https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/14786419.2024.2305649)↩
(https://innovareacademics.in/journals/index.php/ijcpr/article/download/38324/22631)↩
(https://pharmascope.org/ijrps/article/view/4544)↩
(https://gavinpublishers.com/articles/research-article/Journal-of-Pharmaceutical-and-Pharmacological-Sciences/effect-of-imperata-cylindrica-roots-extracts-on-some-cardiovascular-parameters-of-diabetic-wistar-rats)↩
(https://link.springer.com/10.1007/s00228-024-03704-7)↩
(https://link.springer.com/10.1007/s40264-025-01564-3)↩
(https://dom-pubs.pericles-prod.literatumonline.com/doi/10.1111/dom.15710)↩
(https://journal.lppm-unasman.ac.id/index.php/jikm/article/view/2843)↩
(https://ejournal.medistra.ac.id/index.php/JFM/article/view/374)↩
(https://www.ayurvedjournal.com/JAHM_201623_08.pdf)↩
(https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9573136/)↩
(https://www.multiresearchjournal.com/arclist/list-2024.4.2/id-2543)↩