Manfaat dan Efek Samping Alang-alang: Herbal Ajaib yang Sudah Digunakan Turun-Temurun untuk Kesehatan
Pernahkah Anda melihat tanaman rumput dengan daun tajam yang tumbuh liar di pinggir jalan atau lahan kosong? Tanaman yang sering dianggap gulma ini sebenarnya menyimpan khasiat luar biasa untuk kesehatan. Alang-alang (Imperata cylindrica) telah digunakan dalam pengobatan tradisional Indonesia selama ratusan tahun, dan kini penelitian ilmiah modern mulai membuktikan berbagai manfaat kesehatannya.1 2 3
Di tengah kekhawatiran akan efek samping obat-obatan kimia, banyak orang tua dan masyarakat yang peduli kesehatan mulai melirik pengobatan herbal alami. Namun, penting untuk memahami bahwa meskipun alami, tanaman herbal seperti alang-alang juga memiliki dosis yang tepat dan kemungkinan efek samping yang perlu diwaspadai.
Mengenal Alang-Alang: Tanaman Herbal yang Tumbuh di Sekitar Kita
Alang-alang adalah tanaman rumput menahun yang tumbuh liar di berbagai wilayah Indonesia. Tanaman ini mudah ditemukan di sawah, ladang, pinggir jalan, dan lahan-lahan terbuka yang terkena sinar matahari. Bagian yang paling sering dimanfaatkan untuk pengobatan adalah akar atau rimpangnya yang berwarna putih dan memiliki rasa manis.2 4
Masyarakat Indonesia, khususnya di daerah pedesaan, telah lama memanfaatkan alang-alang sebagai obat tradisional. Tanaman ini biasanya direbus atau dibuat menjadi teh herbal untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan.4 5
Kandungan Kimia Alang-Alang yang Berkhasiat untuk Kesehatan
Penelitian ilmiah telah mengidentifikasi lebih dari 72 senyawa aktif dalam alang-alang yang memberikan manfaat kesehatan. Kandungan utama yang terdapat dalam akar alang-alang meliputi:3 6
Flavonoid dan Senyawa Fenolik - Senyawa antioksidan kuat yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun alang-alang mengandung total fenol mencapai 8,1% dan flavonoid 2,1%.7 8
Saponin - Senyawa yang memiliki efek antiinflamasi dan dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.9 3
Tanin - Berperan sebagai antioksidan dan memiliki sifat antibakteri.8 2
Alkaloid - Senyawa bioaktif yang memberikan berbagai efek terapeutik.10 9
Terpenoid dan Steroid - Memiliki aktivitas biologis yang mendukung kesehatan tubuh.3 9
Dr. Wei Liu dan timnya dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Molecules tahun 2021 menyatakan bahwa "Investigasi aktivitas farmakologis Imperata cylindrica mengungkapkan bahwa tanaman obat yang dapat dimakan ini menunjukkan potensi terapeutik yang luas termasuk aktivitas imunomodulator, antibakteri, antitumor, antiinflamasi, dan perlindungan hati".6 3
Manfaat Alang-Alang untuk Kesehatan yang Didukung Penelitian
Melancarkan Sistem Kemih dan Mencegah Batu Ginjal
Salah satu manfaat alang-alang yang paling terkenal adalah sebagai diuretik alami atau peluruh kencing. Senyawa sinensetin, eupatorin, dan tetra-O-metilskutellarein yang terkandung dalam alang-alang bekerja meningkatkan produksi urin, sehingga membantu tubuh membuang racun dan mencegah pembentukan batu ginjal.5 2
Penelitian di Rumah Riset Jamu Hortus Medicus Indonesia menggunakan akar alang-alang dalam ramuan untuk mengobati batu saluran kemih dan infeksi saluran kemih. Studi laboratorium juga menunjukkan bahwa ekstrak etanol alang-alang dengan konsentrasi 5% mampu melarutkan kalsium batu ginjal hingga 301,450 ppm secara in vitro.2 10
Untuk kondisi ini, ahli herbal tradisional biasanya merekomendasikan meminum rebusan 30-50 gram akar alang-alang segar yang direbus dengan 3-4 gelas air hingga tersisa 2 gelas, diminum dua kali sehari.4 5
Menurunkan Demam Secara Alami (Antipiretik)
Alang-alang telah lama digunakan sebagai obat penurun panas dalam pengobatan tradisional. Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa ekstrak alang-alang memiliki efek antipiretik yang signifikan dalam menurunkan suhu tubuh.11 12 13
Kandungan flavonoid dalam alang-alang diduga berperan dalam menurunkan demam dengan menghambat sintesis prostaglandin, senyawa yang memicu kenaikan suhu tubuh. Untuk orang tua yang mengalami demam ringan, konsumsi teh alang-alang dapat menjadi alternatif alami yang aman.11
Mengatasi Peradangan (Antiinflamasi)
Peradangan kronis dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti artritis, penyakit jantung, dan diabetes. Alang-alang mengandung senyawa antiinflamasi yang kuat.14 15 16
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Natural Medicines tahun 2024 berhasil mengisolasi senyawa stigmast-4-en-3-one dari ekstrak alang-alang yang menunjukkan aktivitas analgesik (pereda nyeri) dan antiinflamasi. Studi lain menunjukkan bahwa ekstrak etanol alang-alang pada konsentrasi 640 ppm secara signifikan menurunkan sekresi nitric oxide (NO), penanda inflamasi, pada sel fibroblas.15 17 18
Peneliti dari Indonesia menemukan bahwa kombinasi rebusan rimpang alang-alang dengan jahe merah efektif menurunkan kadar TNF-α, penanda peradangan pada tikus dengan osteoartritis. Hal ini menunjukkan potensi alang-alang untuk membantu mengatasi nyeri sendi pada lansia.19
Melindungi Ginjal dari Kerusakan (Nefroprotektif)
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ekstrak akar alang-alang memiliki efek perlindungan terhadap ginjal. Studi pada tikus yang diinduksi kerusakan ginjal oleh antibiotik azithromycin menunjukkan bahwa pemberian ekstrak alang-alang secara signifikan memperbaiki fungsi ginjal, mengurangi kerusakan jaringan, dan menurunkan penanda inflamasi seperti TNF-α dan IL-6.20 21
Mekanisme perlindungan ini terutama melalui aktivitas antiinflamasi dan antioksidan dengan meningkatkan enzim antioksidan SOD dan CAT. Ini menjadi kabar baik bagi orang tua yang rentan mengalami gangguan fungsi ginjal.21
Menurunkan Kadar Gula Darah (Antidiabetes)
Diabetes tipe 2 menjadi masalah kesehatan yang umum dialami orang di atas 50 tahun. Beberapa penelitian menunjukkan potensi alang-alang sebagai antidiabetes.22 23
Studi pada tikus diabetes yang diberi ekstrak air akar alang-alang menunjukkan penurunan kadar glukosa darah dan hemoglobin terglikasi (HbA1c) yang signifikan. Yang menarik, satu minggu setelah penghentian pengobatan, kadar gula darah pada kelompok yang diberi ekstrak alang-alang tetap normal, sementara pada kelompok yang diberi glibenklamid (obat diabetes) kadar gula darahnya meningkat kembali.22
Pemeriksaan histopatologi menunjukkan bahwa ekstrak alang-alang membantu regenerasi sel pankreas yang menghasilkan insulin. Namun, penderita diabetes tidak boleh mengganti obat resep dengan alang-alang tanpa konsultasi dokter.22
Menangkal Radikal Bebas (Antioksidan)
Antioksidan sangat penting untuk melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas yang berkaitan dengan penuaan dan berbagai penyakit degeneratif.24 25 7
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun alang-alang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 80 ppm, lebih baik daripada ekstrak akar yang memiliki IC50 368 ppm. Semakin rendah nilai IC50, semakin kuat aktivitas antioksidannya. Kandungan flavonoid dan senyawa fenolik dalam alang-alang bertanggung jawab atas aktivitas antioksidan ini.26 7 8 24
Membantu Menurunkan Tekanan Darah dan Melindungi Jantung
Senyawa lignan dalam alang-alang memiliki efek vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian pada tikus diabetes menunjukkan bahwa ekstrak akar alang-alang dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL (kolesterol jahat) secara signifikan.27 2
Efek ini sangat bermanfaat untuk kesehatan kardiovaskular, terutama bagi orang tua yang memiliki risiko tinggi penyakit jantung dan stroke. Namun, penggunaan alang-alang sebagai terapi tambahan harus tetap dikonsultasikan dengan dokter, terutama bagi yang sudah mengonsumsi obat antihipertensi.
Aktivitas Antibakteri dan Mendukung Penyembuhan Luka
Ekstrak alang-alang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap berbagai bakteri patogen. Masyarakat tradisional di beberapa daerah di Indonesia menggunakan alang-alang untuk mengobati luka akibat terjatuh atau teriris.28 29 3 4
Kandungan flavonoid prenilasi yang diisolasi dari alang-alang menunjukkan sifat antibakteri yang signifikan. Penelitian juga menunjukkan bahwa alang-alang efektif melawan parasit cacing pita dan cacing gelang, memvalidasi penggunaannya dalam pengobatan tradisional.29 28
Potensi Antikanker
Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak alang-alang memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker. Ekstrak metanol akar alang-alang menunjukkan efek antiproliferatif terhadap sel kanker serviks manusia (HeLa) dan menginduksi kematian sel kanker melalui apoptosis.30 31 32 33
Penelitian lain menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun alang-alang dapat menghambat proliferasi dan migrasi sel kanker mulut (HSC-3) dengan menghentikan siklus sel pada fase G1/S dan G2/M. Namun, penelitian ini masih pada tahap laboratorium dan belum dapat dijadikan sebagai pengobatan kanker pada manusia.32
Efek Samping dan Peringatan Penting Penggunaan Alang-Alang
Meskipun alang-alang memiliki banyak manfaat, bukan berarti tanaman ini tidak memiliki risiko. Seperti halnya semua obat herbal, alang-alang harus digunakan dengan bijak dan dalam dosis yang tepat.
Keamanan Jangka Pendek vs Jangka Panjang
Penelitian toksisitas menunjukkan bahwa ekstrak metanol akar alang-alang aman untuk konsumsi akut pada dosis tunggal hingga 5000 mg/kg berat badan pada hewan uji selama 14 hari tanpa menunjukkan tanda-tanda keracunan atau kematian.34
Namun, untuk penggunaan jangka panjang (sub-kronis), penelitian yang sama menunjukkan bahwa dosis tinggi sekitar 1000 mg/kg berat badan tidak disarankan. Dosis rendah lebih aman untuk konsumsi jangka panjang, namun tetap harus dengan pengawasan.34
Kesimpulan peneliti menyatakan: "Ekstrak akar Imperata cylindrica aman untuk pemberian oral akut; namun, untuk pemberian oral jangka panjang, tindakan pengamanan harus diambil. Oleh karena itu, paparan sub-kronis oral pada dosis rendah direkomendasikan sementara dosis tinggi sekitar 1000 mg/kg berat badan harus dihindari".34
Potensi Efek pada Kesuburan
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol akar alang-alang dengan dosis 115 mg/kg berat badan selama 20 hari secara signifikan mengurangi tingkat perkawinan pada tikus hingga setengahnya. Dosis 90 mg/kg berat badan juga mengurangi tingkat perkawinan sebesar 20%. Hanya setengah dari sel telur yang berhasil dibuahi pada semua kelompok perlakuan.35
Implikasi untuk manusia: Meskipun penelitian ini dilakukan pada hewan, wanita yang sedang merencanakan kehamilan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli herbal sebelum mengonsumsi alang-alang dalam jumlah besar atau secara rutin.
Peringatan untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Belum ada penelitian yang memadai mengenai keamanan penggunaan alang-alang pada ibu hamil dan menyusui. Mengingat efeknya pada kesuburan dan reproduksi pada hewan percobaan, ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari konsumsi alang-alang atau berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.35
Prinsip kehati-hatian sangat penting diterapkan terutama pada trimester pertama kehamilan ketika organ bayi sedang berkembang.
Interaksi dengan Obat-Obatan
Alang-alang memiliki efek diuretik (peluruh kencing) yang kuat. Penggunaan bersamaan dengan obat diuretik seperti furosemid atau hidroklorotiazid dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan, yang dapat berbahaya terutama pada orang tua.5 2
Interaksi dengan obat diabetes: Karena alang-alang dapat menurunkan gula darah, penggunaan bersamaan dengan obat antidiabetes dapat menyebabkan hipoglikemia (gula darah terlalu rendah). Pasien diabetes yang ingin menggunakan alang-alang harus berkonsultasi dengan dokter dan memantau gula darah secara ketat.23 22
Interaksi dengan obat tekanan darah: Efek vasodilatasi alang-alang dapat memperkuat kerja obat antihipertensi, berpotensi menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah. Konsultasi dengan dokter sangat penting.2
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Meskipun umumnya ditoleransi dengan baik, beberapa efek samping yang mungkin terjadi dari konsumsi alang-alang meliputi:
- Sering buang air kecil karena efek diuretik
- Dehidrasi jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup
- Gangguan pencernaan ringan pada beberapa individu
- Reaksi alergi pada orang yang sensitif terhadap tanaman dari keluarga Poaceae (rumput-rumputan)
Siapa yang Sebaiknya Menghindari Alang-Alang?
Beberapa kelompok berikut sebaiknya menghindari atau sangat berhati-hati dalam menggunakan alang-alang:
- Ibu hamil dan menyusui
- Wanita yang sedang merencanakan kehamilan
- Penderita penyakit ginjal berat (karena efek diuretik yang kuat)
- Orang dengan dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit
- Pasien yang mengonsumsi obat-obatan yang disebutkan di atas tanpa konsultasi dokter
- Orang dengan riwayat alergi terhadap tanaman rumput-rumputan
Cara Menggunakan Alang-Alang dengan Aman dan Efektif
Dosis yang Direkomendasikan
Berdasarkan penggunaan tradisional dan penelitian, dosis umum untuk orang dewasa adalah:36 4 5
Untuk rebusan akar segar: 30-50 gram akar alang-alang segar direbus dengan 600-800 ml air (sekitar 3-4 gelas) hingga tersisa separuhnya. Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
Untuk akar kering: 15-30 gram akar kering direbus dengan cara yang sama.
Untuk ekstrak: Mengikuti anjuran pada kemasan atau konsultasi dengan ahli herbal/dokter.
Penting untuk memulai dengan dosis rendah terutama bagi orang yang baru pertama kali mengonsumsi dan secara bertahap menambah dosis jika diperlukan dan tidak ada efek samping.
Metode Pengolahan yang Benar
Cara membuat rebusan alang-alang:
- Bersihkan akar alang-alang dari kotoran dengan air mengalir
- Potong-potong akar seperlunya
- Masukkan ke dalam panci bersih dengan air
- Rebus dengan api sedang hingga mendidih, kemudian kecilkan api
- Biarkan mendidih pelan selama 15-20 menit
- Saring dan tunggu hingga hangat sebelum diminum
Cara membuat teh alang-alang: Akar yang sudah dibersihkan dan dipotong kecil-kecil dapat diseduh dengan air panas seperti membuat teh. Diamkan 10-15 menit sebelum diminum.
Alang-alang dapat dikonsumsi sendiri atau dikombinasikan dengan tanaman herbal lain seperti daun kumis kucing untuk efek diuretik yang lebih baik, atau dengan jahe merah untuk efek antiinflamasi.19 5
Durasi Penggunaan
Untuk pengobatan akut (misalnya demam atau infeksi saluran kemih ringan), alang-alang dapat digunakan selama 3-7 hari. Jika gejala tidak membaik, segera konsultasikan dengan dokter.
Untuk kondisi kronis atau pencegahan, konsultasi dengan ahli herbal atau dokter diperlukan untuk menentukan durasi penggunaan yang aman. Berdasarkan penelitian toksisitas, penggunaan jangka panjang sebaiknya dengan dosis rendah dan diselingi periode istirahat.34
Tips Penting untuk Pengguna
- Minum cukup air putih untuk mencegah dehidrasi akibat efek diuretik
- Jangan mengganti obat resep dokter dengan alang-alang tanpa konsultasi
- Catat respons tubuh Anda dan segera hentikan jika terjadi efek samping
- Beli alang-alang dari sumber terpercaya, hindari yang tumbuh di area tercemar pestisida atau polusi
- Simpan akar kering di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kondisi medis atau sedang mengonsumsi obat-obatan
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah alang-alang aman untuk dikonsumsi setiap hari?
Berdasarkan penelitian, alang-alang aman untuk konsumsi jangka pendek. Untuk konsumsi jangka panjang, sebaiknya gunakan dosis rendah dan berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter. Tidak disarankan konsumsi setiap hari dalam dosis tinggi untuk jangka waktu lama.34
Berapa lama efek alang-alang mulai terasa?
Untuk efek diuretik, biasanya terasa dalam 30-60 menit setelah konsumsi. Untuk kondisi lain seperti penurunan demam, efek dapat terasa dalam beberapa jam hingga 1-2 hari.11 5
Apakah alang-alang bisa menurunkan berat badan?
Efek diuretik alang-alang dapat mengurangi berat badan air (water weight), namun bukan lemak tubuh. Penurunan berat badan yang sehat memerlukan pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur. Alang-alang tidak dimaksudkan sebagai obat penurun berat badan.
Apakah anak-anak boleh mengonsumsi alang-alang?
Penggunaan pada anak-anak sebaiknya dengan dosis yang lebih rendah dan di bawah pengawasan orang tua atau konsultasi dengan dokter anak atau ahli herbal yang berpengalaman.
Bisakah alang-alang menyembuhkan batu ginjal yang sudah ada?
Alang-alang dapat membantu melarutkan batu ginjal berukuran kecil dan mencegah pembentukan batu baru. Namun, untuk batu ginjal yang besar atau menyebabkan gejala berat, tetap diperlukan penanganan medis dari dokter urologi.10 2
Kesimpulan: Memanfaatkan Alang-Alang dengan Bijak
Alang-alang adalah contoh nyata dari kearifan lokal Indonesia yang kini mendapat pengakuan dari ilmu pengetahuan modern. Tanaman yang mudah ditemukan ini menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa, mulai dari melancarkan sistem kemih, menurunkan demam, mengatasi peradangan, melindungi ginjal, hingga potensi dalam pengelolaan diabetes dan penyakit jantung.1 6 3 2
Penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa kandungan flavonoid, saponin, tanin, dan berbagai senyawa bioaktif lainnya dalam alang-alang memberikan efek terapeutik yang signifikan. Namun, seperti halnya semua pengobatan herbal, alang-alang harus digunakan dengan bijak, dalam dosis yang tepat, dan dengan memperhatikan kontraindikasi serta potensi interaksi obat.7 8 26 3 34
Bagi orang tua berusia 50 tahun ke atas yang ingin memanfaatkan alang-alang untuk kesehatan, sangat penting untuk:
- Berkonsultasi dengan dokter atau ahli herbal terpercaya, terutama jika memiliki kondisi medis atau mengonsumsi obat-obatan
- Memulai dengan dosis rendah dan memantau respons tubuh
- Tidak menggantikan pengobatan medis dengan alang-alang tanpa persetujuan dokter
- Memperhatikan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi
- Menghentikan penggunaan dan berkonsultasi dengan dokter jika mengalami efek samping
Pengobatan tradisional dan pengobatan modern bukanlah dua hal yang saling menggantikan, melainkan dapat saling melengkapi untuk memberikan perawatan kesehatan yang holistik dan optimal. Dengan pemahaman yang benar dan penggunaan yang bijak, alang-alang dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara alami dan berkelanjutan.
Catatan Penting: Artikel ini disusun berdasarkan penelitian ilmiah yang telah dipublikasikan dan penggunaan tradisional yang terdokumentasi. Namun, informasi dalam artikel ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau praktisi kesehatan yang berkualifikasi sebelum memulai pengobatan herbal apa pun, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada atau sedang mengonsumsi obat-obatan.
(https://www.multiresearchjournal.com/arclist/list-2024.4.2/id-2543)↩
(https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/mpk/article/view/2105)↩
(https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7962198/)↩
(https://ejournal.indo-intellectual.id/index.php/hijm/article/view/965)↩
(https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/1864)↩
(https://www.mdpi.com/1420-3049/26/5/1454/pdf)↩
(https://innovareacademics.in/journals/index.php/ijcpr/article/view/46364)↩
(https://phcogj.com/sites/default/files/PharmacognJ-14-4-327.pdf)↩
(https://www.investchempharma.com/https-dx-doi-org-10-31183-imcp-2023-00076/)↩
(https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/391)↩
(http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/4699)↩
(https://www.semanticscholar.org/paper/27563c670e4176c8336bf6f1c787e2111c4d955d)↩
(https://www.semanticscholar.org/paper/1fbe1eeee50f93dd82bde091b68d5dbd916f8836)↩
(https://e-journal.unair.ac.id/JFIKI/article/view/72498)↩
(https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/14786419.2024.2305649)↩
(https://aber.apacsci.com/index.php/JBRHA/article/view/6998)↩
(https://journals.lww.com/10.4103/SDJ.SDJ_8_23)↩
(https://figshare.com/articles/journal_contribution/_i_In_silico_i_ADMET_and_anti-inflammatory_profiles_of_the_stigmast-4-en-3-one_and_isolation_of_isovanillin_as_the_antioxidant_principle_of_i_Imperata_cylindrica_i_L_P_Beauv/25117353/1/files/44328549.pdf)↩
(https://www.semanticscholar.org/paper/3acd4e6fdd85fa94ef90ab77473f130b0f6da9f0)↩
(https://www.bio-conferences.org/10.1051/bioconf/202517103014)↩
(https://www.clausiuspress.com/article/13116.html)↩
(https://www.macrothink.org/journal/index.php/jab/article/view/22209)↩
(https://balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/view/3407)↩
(https://www.mdpi.com/2223-7747/9/10/1397)↩
(https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7589974/)↩
(https://phcogj.com/article/1838)↩
(https://gavinpublishers.com/articles/research-article/Journal-of-Pharmaceutical-and-Pharmacological-Sciences/effect-of-imperata-cylindrica-roots-extracts-on-some-cardiovascular-parameters-of-diabetic-wistar-rats)↩
(https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7648271/)↩
(https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8401516/)↩
(https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8545510/)↩
(https://downloads.hindawi.com/journals/bmri/2021/4259777.pdf)↩
(https://e-journal.unair.ac.id/MKG/article/view/27283)↩
(http://journal.waocp.org/article_88998.html)↩
(https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7488045/)↩
(https://ojs.unud.ac.id/index.php/jvet/article/view/59160)↩
(https://ejournal.medistra.ac.id/index.php/JFM/article/view/374)↩